Yuk Intip Kunci Kenaikan Harga Batu Bara

Harga batu bara menurun tinggalkan level psikologis US$60 per ton minggu ini. Tetapi, harga batu bara itu kuat ke level US$ 53,55 pada Kamis (29/4/2020). Karantina daerah (lockdown) tetap jadi penekan keinginan yang malah buka kesempatan peningkatan harga.
Minggu ini jadi minggu jelek buat pasar energi penting ke-2 di dunia ini. Mencuplik Revinitif, harga batu bara di dermaga New Castle Australia ada di level US$53,33 per ton per tempo hari, sesudah sentuh level paling rendah selama setahun di US$ 50,9 per ton pada Senin.
Dengan cara harian, harga pasir hitam itu terhitung kuat 2,59% dari harga Rabu US$52,2 per ton. Tetapi bila dibanding dengan penutupan akhir tahun di US$69,05 per ton tempat penutupan Kamis tempo hari terhitung turun 22,55%, atau hampir seperempatnya.
Revisi ini berlangsung ditengah-tengah terbatas keinginan batu bara mengejar kebijaksanaan lockdown di beberapa negara penting customer batu bara seperti India serta China. Berhentinya kesibukan manufaktur karena lockdown menyebabkan terhentinya suplai energi itu sebab keinginan turun.
Mencuplik laporan bulanan PT Bumi Sumber Tbk, exportir paling besar batu bara nasional, keinginan ketat masih berlangsung. Di pasar China, harga batu bara masih condong turun, dengan rata-rata harga US$ 30-31 per ton untuk produk kalori rendah (3.800 kcal) serta US$ 47-47,5 per ton untuk kalori tinggi (5.000 kcal).
Produsen penting batu bara di Negeri Panda memotong harga kontrak April sebab ketertarikan membeli yang benar-benar rendah dengan suplai yang masih tetap menggunung di dermaga mereka di pesisir Utara serta capai level paling tingginya semenjak 2015.
Pasar batu bara kalori tinggi pun tidak bagus-bagus sangat. PLN-nya Jepang yaitu Tohoku serta raksasa batu bara Australia Glencore, contohnya, setuju jual batu bara pada harga US$ 68,75/ton untuk batu bara memiliki kadar 6.322 kcal/kg pengiriman April 2020 sampai Maret 2021.
“Dengan beberapa negara masih mengaplikasikan lockdown (karantina daerah) misalnya India, Pakistan, Filipina, Malaysia, serta Jepang, keinginan untuk kuartal ke-2 diprediksikan masih rendah,” papar Direktur Bumi Dileep Srivastava.
Artikel Terkait : harga pasir hitam
Pembalikan Keadaan
Selama April, Bumi Sumber menulis trend pelemahan harga jadi US$ 49/ton, dari tempat Maret yang ada di level US$ 69 per ton. Harga diprediksikan ada di level US$ 55/ton tahun ini serta lebih baik akhir tahun kedepan ke US$ 60/ton.
Emten berkode BUMI ini mengaku hadapi pengurangan pesanan batu bara di salah satunya pasar intinya India hingga memengaruhi angka pemasaran April. Keadaan ini diprediksikan masih berlangsung sampai Mei. India Umumnya memberi lebih dari 20% dari pemasaran perseroan.
Harga jual perseroan pada Maret menurun jadi US$ 48,7/ton, dibanding dengan tempat harga Februari pada US$ 50,8/ton. Harga di pasar domestik turun juga ke rata-rata US$ 30/ton untuk kalori menengah (4.200).
Dileep memandang revisi harga di pasar akan berbuntut pada revisi tingkat produksi dengan cara alamiah di atas lapangan. Supply di pasar akan menyusut sesudah beberapa produsen yang mempunyai ongkos tinggi diminta oleh situasi untuk stop beroperasi.
“Pada harga rendah ini, peluang akan terdapat beberapa produsen memiliki biaya tinggi di China, Indonesia serta Australia berproduksi dengan kas negatif. Oleh karenanya, harga di level saat ini dalam periode menengah serta panjang akan singkirkan mereka dari pasar hingga supply turun,” katanya.
Bumi adalah salah satunya produsen batu bara dengan ongkos produksi rendah. Perseroan mencatat efektivitas ongkos produksi dengan cara relevan di level US$ 33,5/ton (per Maret), atau bisa lebih baik dari sasaran di angka US$ 34,2/ton. Selama kuartal I, ongkos produksi sukses di turunkan ke level US$ 34.5/ton.
Dengan pengurangan suplai batu bara sebab produsen memiliki biaya tinggi stop operasi, karena itu dalam titik spesifik kesetimbangan supply serta keinginan akan tercipta, hingga menolong penguatan harga batu bara di pasar.
READ  Ternyata Dahulu Pewarna Bisa Didapatkan dari 3 Jenis Batuan Ini Loh

You May Also Like

About the Author: Admin