Ini Upaya SNI Baja Bakal Jamin Produk dan Keselamatan Konsumen

Aktor industri produk baja memandang implikasi 28 Standard Nasional Indonesia (SNI) harus akan mengangkat daya saing serta memberikan agunan tersangkut keselamatan jiwa customer.
Presiden Direktur PT Sunrise Steel Henry Setiawan menjelaskan perseroan sebagai industri dalam negeri benar-benar memberikan dukungan implikasi SNI harus pada produk Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) serta produk profile untuk produk turunannya yakni atap, kerangka baja ringan, serta yang lain. Hal tersebut penting sebab tersangkut keselamatan jiwa customer.
“Sunrise Steel sekarang ini mempunyai kemampuan produksi dipasang 260.000 ton per tahun. Kami mengharap akan bertambah jadi 400.000 ton per tahun,” kata pria yang memegang Direktur Penting PT Kepuh Kencana Arum, Kamis (3/9/2020).

Henry menyampaikan untuk market share perseroan sekarang ini ada di rata-rata 20 %. Perseroan juga mengharap bisa menjadi penyuplai baja lapis aluminium-seng paling besar di Indonesia.
Henry menyampaikan keperluan baja lapis aluminium-seng (BjLAS) nasional sekarang ini sebesar 1,5 juta ton per tahun. Keperluan itu sebetulnya dapat dipenuhi dengan industri dari dalam negeri sesuai kemampuan dipasangnya.
“Tetapi, situasi yang berlangsung masih terdapat banyak import BjLAS, hingga industri dalam negeri tidak berani mengoptimalkan kemampuan produksinya,” tutur Henry.

READ  Yuk Kenali Dibalik Pintu Kamar Mandi Hotel Kecil dan Terbuat dari Kaca

You May Also Like

About the Author: Admin