Ini Dia Mitos dan Fakta Beton Aerasi

Sejauh ini orang semakin banyak terdiam pada pilihan batu bata untuk material penting pengerjaan dinding bangunan.

Batu bata dipandang bahan yang umum dipakai.

Hal tersebut sebab adat turun temurun yang berjalan semenjak nenek moyang.

Disamping itu, batu bata adalah bahan baku dinding yang termudah didapat.

Demikian kuatnya pemahaman itu, mengakibatkan lambatnya akseptasi warga pada bahan pilihan yang dengan cara kualitas sebetulnya tidak kalah dengan batu-bata.

Simak Juga : harga besi siku

Akhirnya, selama ini peredaran bahan pilihan dinding baru hanya di pasar beberapa kota besar.

Walau sebenarnya, dari sisi tipe serta variasi, sekarang ini sudah banyak material yang bertambah ringkas dipakai.

Diantaranya ialah beton mudah atau aerasi yang di pasar ada beberapa jenis brand, salah satunya: Hebel, Celcon, iBrick, Broco, Q-Panel.

beton aerasi dengan cara ukuran semakin besar dengan batu bata hingga mengirit waktu penempatan.
beton aerasi dengan cara ukuran semakin besar dengan batu bata hingga mengirit waktu penempatan.
Hebel Paling Terkenal

Banyak brand beton mudah, tapi di atas lapangan, hebel yang sangat terkenal.

Demikian populernya, hingga jadi panggilan umum buat semua produk beton aerasi.

Dapat jadi ini karena produk ini paling tua.

Berdasarkan catatan riwayat, Hebel pertama-tama ditingkatkan di Swedia di tahun 1923.

Peningkatan ini dalam rencana kurangi penggundulan rimba karena pemakaian kayu untuk konstruksi rumah terlalu berlebih.

Produk ini selanjutnya ditingkatkan oleh Joseph Hebel seorang kontraktor bangunan asal Jerman semenjak 1943.

Semenjak 1960-an kedua-duanya banyak digunakan untuk pembangunan rumah di wilayah riskan gempa seperti di Jepang, Turki, serta Meksiko.

Artikel Terkait : cara pemasangan aluminium composite panel

Material ini dapat dibuktikan jadi salah satunya jalan keluar paling baik untuk kurangi risiko dari bahaya gempa bumi.

Di Indonesia sendiri, hebel baru diperkenalkan di tahun 1995.

Itu juga konsumennya masih hanya pada bangunan tinggi (bertingkat) serta beberapa rumah teritori perkotaan.

Di Indonesia sendiri, Hebel baru diperkenalkan di tahun 1995.
Bahan pengerjaan beton mudah aerasi tipe ini ialah kombinasi pasir kuarsa, kapur, semen, serta bahan pengembang yang digolongkan untuk beberapa bahan untuk beton mudah.

READ  Yuk Intip Jenis Dan Daftar Harga Pagar BRC

Beberapa bahan itu diolah dengan cara kimia, hingga tercipta gas hidrogen yang membuat adonan bahan itu mengembang serta membuat pori-pori kecil yang mengakibatkan beton ini mudah.

Proses pada akhirnya ialah mematangkannya dengan memanggang pada suatu oven bertekanan tinggi yang disebutkan autoclave chamber dengan uap panas sampai temperatur 183°C.

Beton mudah aerasi tidak cuma dibuat untuk bahan dinding (blok), tetapi untuk lintel, anak tangga, panel dinding, serta panel lantai.

Semasing punyai ukuran tidak sama sesuai dengan detailnya.

Blok untuk dinding contohnya, ada dua jenis: blok biasa serta blok jumbo.

Panel Dinding

Dengan simpel, panel dinding bisa terpasang dengan waktu yang efektif.

Pertama kali kerjakan pengukuran dengan cara presisi serta sesudah panel berdiri bisa digembok dengan besi siku.

dinding Hebel saat akan dipelester.
Mitos serta Bukti

Beberapa orang malas memakai material beton mudah aerasi, diantaranya sebab ada mitos sekitar material ini.

1. Mitos: Beton mudah aerasi gampang dirombak.

Bukti: Bila penempatannya betul, dinding dari beton mudah aerasi susah dirombak. ditambah lagi bila dipelester serta diaci dengan cara betul.

Perampok masuk ke rumah bukan dengan membuka dinding tetapi menjebol kunci pintu atau jendela.

2. Mitos: Tidak pas untuk dinding luar, karena gampang keropos oleh cuaca berlebihan.

Bukti:Bila ingin dipakai dibagian luar, permukaan dinding harus dipelester serta diaci.

Pelesteran serta acian berperan untuk pelindung. Pemplesteran serta pengacian akan membuat perlindungan dari cuaca berlebihan.

3. Mitos: Jangan dipakai untuk dinding kamar mandi sebab gampang rusak oleh air.

Bukti: Untuk penggunaan dalam tempat basah serta lembap, sebaiknya di atas balok sloof dibikin susunan trasram (susunan kedap air) dari kombinasi semen serta pasir dengan perbandingan 1:3.

Ketinggian trasram minimal seputar 1 m.

4. Mitos: Tidak tahan pada air.

Bukti: Salah satunya pemicu ada mitos ini sebab beton mudah aerasi berpori hingga nampak dapat simpan air.

Walau sebenarnya, kenyataannya tidak begitu. walau berpori banyak, beton mudah aerasi mempunyai daya serap air yang rendah.

READ  Ternyata Lukisan Termahal di Dunia Di Sini !

Ini karena pori-pori di pokok beton berdiri dengan sendiri.

You May Also Like

About the Author: Admin