Ini Dia Alternatif Bahan Bangunan dari Limbah Industri

Kulit atau cangkang Kerang laut yang umumnya dibuang serta melimpah di Indonesia, termasuk juga Aceh, rupanya dapat diproses jadi beton.

Pilihan material bangunan ramah lingkungan ini diambil dari sampah industri, sama seperti yang dilaksanakan oleh Newtab-22.

Perusahaan ini membuat Sea Stone, satu material yang dibuat dari sampah kerang yang diambil dari industri makanan laut.

Simak Juga :harga baja ringan

Pendiri Newtab-22 mengakui, material ini bisa jadi salah satunya jawaban untuk kurangi permasalahan sampah pada industri makanan laut.

Disebut, beton dari kerang laut telah dapat dibuat sekitar tujuh ton per tahun.

Sebagian besar, dari sampah industri yang dibuang ke tempat sampah atau pantai.

Dengan begitu, peningkatan ini sekaligus juga mempunyai tujuan memberi material yang berkepanjangan serta ramah lingkungan.

Merilis situs Dezeen, penyeleksian kerang untuk salah satunya bahan penting pengerjaan beton pilihan.

Karena bahan itu kaya kalsium karbonat yang dipakai dalam pengerjaan semen.

Menurut situs Newtab-22, Sea Stone bisa jadi material bangunan pilihan.

Namun, material ini cuma dapat dipakai dalam peningkatan bertaraf kecil.

Ini berarti, beton dari kerang ini tidak bisa dipakai dalam project peningkatan jumlah besar.

Material terebut dibikin dengan menggiling kerang yang akan ditimbun.

Lantas dipadukan dengan bahan pengikat alami.

Bahan itu selanjutnya dituangkan ke cetakan.

Didiamkan mengeras jadi potongan-potongan beton.

Proses itu nanti memberi dampak estetik seperti teraso.

tribunnews
Pencetakan olahan kerang laut jadi ubin seperti teraso (Dezeen)
Cara ini dilaksanakan dengan cara manual untuk hindari pemakaian panas, listrik serta perlakuan kimiawi.

Dan pastikan prosedurnya berkepanjangan serta dapat dijangkau.

“Kami tidak mau menghancurkan lingkungan dalam proses atau hasilnya,” kata salah satunya pendiri Newtab-22, Hyein Choi.

Proses itu membuahkan macam ukuran beton.

Hyen menjelaskan struktur serta warna pada tiap beton mempunyai kekhasan.

Ketidaksamaan itu berlangsung bila pembikin mengganti jumlah kerang serta bahan pengikat atau meningkatkankannya dengan pewarna.

Bahan itu sekarang ini sedang ditingkatkan untuk maksud komersil.

Selama ini sudah dipakai untuk bikin produk seperti ubin dekoratif, permukaan meja, alas piring serta vas.

READ  Yuk Intip Dekorasi Apik Bracket Siku

“Walau beberapa kerang sudah didaur lagi serta dipakai untuk pupuk, beberapa dibuang ke tempat pembuangan sampah atau pinggir pantai,” catat Newtab-22 dalam penuturannya.

Awalnya, sampah kerang dibuang serta menimbun di pantai.

Ini mengakibatkan pencemaran dan mencemari tanah di sekelilingnya.

Artikel Terkait : material bangunan

You May Also Like

About the Author: Admin